(Image Source : Pinterest)
Aku pernah bertanya pada orang-orang, "bagaimana mengobati rindu pada orang yang tak bisa ditemui lagi?" mereka dengan sederhana hanya menjawab
"Telfon saja" atau "Tunggu saja, nanti dia pulang".
Aku tersenyum, sedikit tertawa dalam hati, mengeluh bahwa rindu yang ku maksud kini adalah berbeda dengan rindu yang dihadapi pasangan muda-mudi yang tengah dimabuk asmara.
....
Ya, rinduku telah berbeda. Aku benar-benar rindu akan sosok lelaki yang terakhir ku temui 4 tahun lalu. Sosok lelaki yang selalu berusaha untuk menjaga dan melindungiku. Ayahku, ya aku rindu ayahku. 4 tahun lalu, ketika usiaku hampir menginjak 15 tahun, dia pergi meninggalkanku dan ibuku.
Aku benar-benar sedih. Aku menyesal karena tak banyak yang aku lakukan untuk membahagiakannya semasa hidupnya. Aku menyesal, karena dahulu aku kurang menghargai setiap detik waktu bersamanya.
Aku menyesal, karena aku tidak mau tau bagaimana susahnya perjuangannya untuk membahagiakanku.
....
"Ayah, jika benar kata orang obat rindu adalah bertemu, bagaimana dengan rinduku padamu? Aku sudah tak bisa menemui mu, apakah rindu ini tak akan terobati?"
Aku selalu bertanya-tanya akan hal itu. Tentang obat rindu, atau tentang apakah rindu ini tak bisa terobati.
Hingga akhirnya, semakin bertambah usiaku, semakin aku menyadari, bahwa obat rindu yang ku cari selama ini bukan lah seperti yang dikatakan orang-orang. Melainkan lebih sederhana, yaitu hanya Ikhlas dan Doa. :)
❤️NaadzAD.
❤️NaadzAD.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar