Dan ya, mungkin masih banyak lagi ucapan-ucapan yang mengandung unsur body shaming dari orang-orang yang bahkan hal tersebut berasal dari orang terdekat kita yang sering kali membuat kita merasa insecure.
Tanpa disadari, terkadang ucapan-ucapan yang seperti itu kerap membuat seseorang merasa bahwa diri mereka adalah "makhluk yang sangat penuh dengan kekurangan", ya meskipun memang pada dasarnya begitu, karena memang manusia tidak ada yang sempurna bukan? Namun, bukankah mereka tidak tahu, seberapa kuat usaha kita yang kerap menjadi objek body shaming ini agar selalu dapat tampil percaya diri dihadapan umum dengan kekurangan yang dimiliki?
First.
Sumber : anaamila-debsi.blogspot.com
(edited with canva)
Beberapa dari kita mungkin memiliki permasalahan wajah seperti berjerawat, kerap kali mendapatkan kritikan dari seseorang. Mereka tak jarang mengatakan bahwa memiliki wajah berjerawat disebabkan karena kita tidak merawat wajah kita dengan baik, bahkan sampai mengatakan bahwa kita menjadi tidak cantik karena memiliki jerawat tersebut. Mereka mengatakan ucapan-ucapan yang menurut mereka biasa saja dan merupakan hal yang wajar tanpa memikirkan bagaimana perasaan seseorang yang menerima dan mendengar ucapan tersebut. Padahal kenyatannya disisi lain, mungkin seseorang yang memiliki permasalahan wajah berjerawat memerlukan effort yang lebih tinggi untuk menggunakan skincare untuk memperbaiki skin barrier dan berlatih untuk menggunakan makeup serta memilih beraneka ragam produk yang cocok di wajah, dibanding mereka yang memiliki kulit wajah tidak berjerawat. Beberapa lagi mungkin sudah banyak menghabiskan budget jutaan rupiah hanya untuk melakukan perawatan di dokter dan klinik kecantikan untuk menyembuhkan permasalahan jerawat tersebut.
Second.
Seseorang yang bertubuh gemuk mungkin sudah melakukan diet. Berusaha menahan diri untuk mengonsumsi makanan dan minuman less sugar, menghindari makanan seperti cokelat, seblak, bakso yang menurut beberapa orang dapat menjadi mood booster. Berusaha untuk berolahraga, mengeluarkan uang untuk pergi ke gym setiap 2x sampai 3x dalam seminggu. Mulai merasa stressed out ketika berat badan stagnan padahal sudah berolahraga dan calorie deficit. Dari perjuangan tersebut, terkadang mereka masih saja mendapatkan kritikan dari orang lain tentang keadaan tubuh.
Kedua kasus di atas merupakan gambaran singkat saja untuk menjelaskan bagaimana usaha yang mungkin dilakukan oleh seseorang sebagai seseorang yang kerap mengalami body shaming. Ya benar, mereka tidak akan pernah mau mengerti dan tidak mau menghargai bagaimana seseorang berproses, namun mereka hanya akan melihat hasil akhirnya saja, mengomentari hasil yang mereka lihat tanpa melihat bagaimana proses dibelakangnya. Dan benar saja, komentar dan ucapan-ucapan tersebutlah yang terkadang menjadi salah satu hal yang membuat mental menjadi down dan mengganggu mental health kita. Karena ucapan-ucapan tersebutlah yang akhirnya membuat diri kita merasa insecure untuk dapat tampil dihadapan umum.
Menurut WHO (World Health Organization)
Menurut Kemenkes Indonesia
Grafik di atas menyajikan 10 negara dengan rasio bunuh diri tertinggi (per 100.000 penduduk) pada tahun 2019. Banyaknya kasus bunuh diri yang terjadi di dunia menjadi perhatian bagi kita semua. Berdasarkan data dari WHO tahun 2019, di seluruh dunia ada sekitar 800.000 orang meninggal disebabkan karena bunuh diri pertahun nya. Bahkan di Jepang kasus bunuh diri pada tahun 2022 sudah mencapai angka 21.584. Angka tersebut juga tidak menutup kemungkinan bunuh diri di negara Indonesia. Menurut statistik resmi dari INASP (Indonesian Association For Suicide Prevention) pada tahun 2020 di Indonesia terdapat 670 kasus orang meninggal dunia disebabkan karena bunuh diri. Dan fakta nya salah satu penyebab seseorang memilih untuk mengakhiri hidupnya adalah karena adanya permasalahan pada kesehatan jiwa nya atau aspek psikologis.
Mengingat bunuh diri menjadi dampak paling buruk yang timbul karena rusaknya mental health seseorang, akhirnya World Federation Of Mental Health (WFMH) menetapkan tanggal 10 Oktober setiap tahun sebagai hari kesehatan mental sedunia. Hal tersebut bertujuan untuk mengingatkan dan meningkatkan kesadaran kita semua dan seluruh masyarakat yang ada di dunia tentang pentingnya kesehatan mental. Menjaga kesehatan mental juga memiliki makna yang sama penting nya dengan menjaga kesehatan badan / fisik kita. Karena dengan adanya kesehatan mental yang baik, seseorang akan memiliki kesiapan yang baik pula dalam menyikapi setiap permasalahan hidup yang mereka hadapi, selain itu seseorang juga akan cenderung memiliki kualitas hidup, hubungan dan interaksi yang baik dengan sesama nya sebagai salah satu ciri makhluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri.
Kasus bullying yang menyangkut body shaming seperti contoh di atas menjadi salah satu contoh sederhana penyebab terganggunya kesehatan mental (mental health) seseorang yang kerap terjadi disekitar kita. Masih banyak lagi hal yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesehatan mental. Mari kita bahas beberapa penyebabnya satu persatu :
- Toxic people
Untuk saat ini kita kerap mendengar istilah toxic people bukan? Bahkan di sosial media, kita kerap membaca beberapa orang yang curhat menganggap orang lain sebagai toxic people bagi dirinya. Lalu apa sih yang dimaksud dengan toxic people itu sendiri?
Toxic people diartikan sebagai seseorang yang menyebabkan ketidaknyamanan kepada orang lain, baik dari tindakan maupun perilaku nya yang menyebabkan seseorang merasa dirinya dikontrol, dikendalikan, diatur, dipermalukan, bahkan diasingkan oleh orang tersebut pada suatu lingkungan. Orang-orang dengan kategori toxic ini biasanya berusaha untuk menghancurkan mental health seseorang dengan sengaja mengungkapkan ujaran-ujaran kebencian dan melakukan tindakan yang dapat dikategorikan sangat tidak baik yang menyerang psikis, dan melakukan tindakan secara egois tanpa memikirkan bagaimana perasaan orang lain. Dan adanya toxic people tersebut akhirnya membuat kita menjadi seseorang yang selalu merasa kurang hingga pada akhirnya kita tidak dapat menghargai diri kita sendiri.
Apakah dalam lingkungan, teman-teman sekalian sudah pernah bertemu dengan toxic people? Jika masih belum yakin, berikut ini adalah beberapa ciri toxic people yang sebaiknya teman-teman hindari dalam rangka menjaga kesehatan mental teman-teman ya :
- Berkata-kata buruk yang menjatuhkan mental.
- Membuat orang lain terlihat lebih buruk daripada dirinya.
- Tidak memiliki rasa empati dan simpati ketika orang lain sedang kesusahan.
- Senang memanfaatkan kebaikan orang lain.
- Suka ingin merasa diperhatikan dan menganggap bahwa diri nya yang paling memiliki high value.
- Egois dan tidak memikirkan perasaan orang lain.
- Enggan menyadari serta meminta maaf apabila telah melakukan kesalahan.
Setelah kita mengetahui apa-apa saja yang dapat mengganggu kondisi mental health, sekarang kita akan berlanjut ke topik selanjutnya ya. Jika ada yang menyebabkan terganggu nya kesehatan mental, tentu saja ada cara untuk mengatasi nya bukan. Yuk mari kita simak bagaimana cara-cara positif yang dapat membantu teman-teman sekalian untuk menjaga kesehatan mental dengan baik dibawah ini :
Referensi :
https://www.republika.co.id/berita/rosf4t383/angka-bunuh-diri-di-jepang-naik-pada-2022
Onie, S. et al. (under review). Indonesian National Suicide Prevention Strategy 2022: A Preliminary Report. https://doi.org/10.31234/osf.io/xhqgm
Onie, S., Daswin, A.V., et al. (in prep). Suicide in Indonesia in 2022: Underreporting, Provincial Rates, and Means. DOI: psyarxiv.com/amnhw
https://worldpopulationreview.com/country-rankings/suicide-rate-by-country




Tidak ada komentar:
Posting Komentar