Dalam dunia bisnis dan investasi tentu saja kita sering mendengar istilah-istilah seperti saham, deposito, obligasi, properti, perhiasan, dan lain sebagainya. Semua itu adalah merupakan sebuah alat-alat atau instrumen yang merupakan wadah bagi investasi keuangan yang tentunya memiliki peranan utama dalam kegiatan investasi. Pada umumnya, seseorang yang melakukan kegiatan investasi atau sering kita sebut dengan investor memiliki tujuan mencari keuntungan dan meningkatkan nilai kekayaan melalui kegiatan investasi yang mereka lakukan. Bagi seorang investor, istilah portofolio sudah terdengar tidak asing lagi. Lalu, apakah yang dimaksud dengan portofolio? Portofolio dalam kegiatan investasi bisnis diartikan sebagai kegiatan menggabungkan atau mengkombinasikan dua saham perusahaan yang berbeda agar sang investor memperoleh return atau pengembalian yang optimal dari kegiatan investasi terebut. Atau secara singkat portofolio dapat diartikan sebagai gabungan dari aktiva atau aset.
Namun faktanya, kegiatan investasi tidak selamanya berjalan mulus seperti yang dibayangkan oleh investor. Ada kalanya kegiatan investasi justru malah memiliki resiko dan ketidakpastian yang tinggi bahkan malah merugikan. Oleh karena itu, sebagai investor sebelum melakukan kegiatan investasi mereka harus pandai dalam mempertimbangkan beberapa faktor penting. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan oleh imvestor dalam melakukan investasi adalah return (pengembalian) dan risk (resiko) yang akan dihadapi dari kegiatan investasi tersebut. Adanya resiko yang tinggi menyebabkan return sesungguhnya yang diperoleh dari kegiatan investasi terkadang menyimpang dari keuntungan yang diharapkan (expected return). Sebelum melakukan investasi, sebaiknya investor mengetahui bagaimana kinerja dari sebuah saham yang akan diinvestasikan. Untuk mengetahui kinerja saham tersebut ada banyak pendekatan yang dapat dilakukan oleh investor. Pendekatan tersebut salah satunya adalah dengan menggunakan pendekatan return dan risiko. Dengan pendekatan ini, diharapkan investor akan mendapatkan gambaran mengenai pola return dan risiko dari saham yang diinvestasikan. Tanpa mengetahui ukuran risiko atas saham yang diinvestasikan, akan sulit bagi investor untuk menentukan return yang akan diperoleh.
Pernyataan tersebut dibuktikan dengan adanya penelitian yang tertulis dalam sebuah jurnal yang berjudul “Analisis Pembentukan Portofolio Berbasis Risk dan Return (Studi Kasus Saham di Jakarta Islamic Index Periode Juni 2011 – Mei 2016)” yang ditulis oleh Fitria Yuliani dan Noer Azam Achsani dan juga tertulis dalam jurnal yang berjudul “Analisis Portofolio Terhadap Expected Return Dan Risk Saham Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal” yang ditulis oleh Hendrawan Dwi S. Dalam kedua jurnal tersebut dijelaskan pentingnya melakukan pendekatan risk dan return sebelum melakukan kegiatan investasi. Jika kita fikir secara sederhana saja, antara return dan risk dalam sebuah investasi bersifat berbanding lurus. Pada umumnya, seseorang akan rela berjuang susah payah jika mereka medapatkan hal yang mereka inginkan dan tentunya menguntungkan. Sebagai contoh, seorang karyawan rela lembur demi mendapatakan bonus tambahan. Sama halnya dengan seorang investor, dalam kegiatan investasi mereka juga berani mengambil resiko yang tinggi, apabila mereka melihat peluang harapan return yang besar pula dari investasi tersebut. Begitupula sebaliknya, jika seorang investor tidak berani mengambil resiko yang tinggi, maka jangan berharap mereka akan mendapatkan return yang tinggi.
Selanjutnya, jika seorang investor telah mempertimbangkan dengan matang bagaimana return dan risk dari saham yang akan diinvestasikan, maka selanjunya investor dapat membentuk sebuah portofolio. Dalam pembentukan portofolio terdiri dari 2 macam, yaitu portofolio optimal dan portofolio efisien. Pada dasarnya, portofolio optimal merupakan bagian dari portofolio efisien, namun portofolio efisien belum tentu bagian dari portofolio optimal. Portofolio optimal merupakan pilihan dari berbagai sekuritas dari portofolio efisien. Portofolio ini ditentukan dengan memperhitungkan tingkat maksimum keuntungan yang ingin dicapai dan meminimumkan resikonya. Pembetukan portofolio optimal dapat dilakukan dengan metode single index model. Metode ini terlebih dahulu menghitung return yang diharapkan yang diperoleh dari perhitungan return individu, return pasar, dan return beta, yang kemudian dihitung resiko yang ada dalam saham yang akan diinvestasikan dan beberapa perhitungan lainnya sehingga dapat diketahui saham-saham yang tergolong kedalam portofolio optimal. Pernyataan ini sesuai dengan adanya penelitian yang dituliskan dalam sebuah jurnal yang berjudul “Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal Pada Indeks Saham LQ45 Periode Tahun 2015 - 2016” oleh Agung Tri Prasetyo.
Pada dasarnya, tujuan investor melakukan kegiatan investasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan. Dengan melakukan model indeks tunggal maka dapat diketahui saham-saham yang tergolong kedalam portofolio optimal. Dengan adanya analisis menggunakan model tersebut maka investor dapat mengetahui beberapa saham yang memiliki tingkat return yang tinggi dengan tingkat risk terendah. Oleh karena itu seorang investor harus pandai memperhitungkanhal tersebut. Untuk saat ini sangat marak terjadi investasi bodong seperti yang kita lihat di berita dalam televisi. Tak jarang banyak investor terjebak karena tidak pandai memperhitungkan tingkat risk dan return yang akan diperoleh dari investasi tersebut. Beberapa investasi bodong menawarkan tingkat return yang tinggi namun mereka tidak mau menunjukan risk atau resiko yang mungkin akan dihadapi di kemudian hari. Pada dasarnya return dan risk merupakan dua hal yang saling berdampingan dalam dunia investasi. Maksudnya, seorang investor yang hedak melakukan investasi disamping memperhitungkan tingkat return maka dia juga harus memikirkan dan memperhitungkan tingkat resiko yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Jika tidak pandai memperhitungkan hal itu, maka bisa jadi investor dikemudian hari akan menghadapi berbagai resiko tinggi, terutama jika ia melakukan investasi yang dilakukan pada saham-saham beresiko seperti di Bursa Efek Indonesia. Oleh karena itu, analisis perhitungan risk dan return dari sebuah saham juga menjadi dasar pertimbangan dan mempengaruhi keputusan investor untuk melakukan kegiatan investasi. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dituliskan dalam sebuah jurnal yang berjudul “Analisis Portofolio Saham Sebagai Dasar Pertimbangan Investasi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia” oleh Entar Sutisman.
Jadi, dari penjelasan diatas dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa Portofolio merupakakn sebuah kegiatan penggabungkan dua aktiva atau aset yang dilakukan investor untuk memaksimalkan keuntungan. Keadaan investasi yang terkadang tidak sesuai dengan kenyataan yang dibayangkan menuntut para investor untuk pintar dalam mempertimbangkan return dan risk dari saham yang akan diinvestasikan. Pertimbangan return dan risk dalam investasi saham dapat dilakukan dengan menggunakan model Indeks tunggal yang bertujuan untuk mengetahui apakah saham yang akan diinvestasikan tersebut tergolong kedalam portofolio optimal. Oleh karena itu, analisis terhadap return dan risk yang dilakukan pada saham yang akan diinvestasikan juga berpengaruh bagi investor untuk menjadi dasar dalam pengambilan keputusan sebelum melakukan kegiatan investasi.
Referensi Jurnal :
1. Yuliani, Fitria, and Noer Azam Achsani. "Analisis Pembentukan Portofolio Berbasis Risk dan Return (Studi Kasus Saham di Jakarta Islamic Index Periode Juni 2011–Mei 2016)." Al-Muzara'ah 5.2 (2017): 134-145.
2. Zarman Nasri. "Kinerja Portofolio Saham pada Perusahaan Makanan, Property dan Pertambangan di Bursa Efek Indonesia." Esensi: Jurnal Bisnis dan Manajemen 7.2 (2017): 247-260.
3. Sutisman Entar. "Analisis Portofolio Saham Sebagai Dasar Pertimbangan Investasi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus Penggunaan Model Indeks Tunggal Pada Saham LQ-45)." Future: Jurnal Manajemen dan Akuntansi 1.1 (2013): 28-41.
4. Prasetyo, Agung Tri. "Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Dengan Menggunakan Model Indeks Tunggal.
5. Dwi, S., and W. Mukharomah. Analisis portofolio terhadap expected return dan risk saham dengan menggunakan model indeks tunggal (studi kasus pada perusahaan lq 45 yang terdaftar di bursa efek indonesia tahun 2014). Diss. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2016.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar