Aku fikir aku telah berhenti, beberapa waktu yang lalu. Berhenti untuk menanam perasaan lebih dalam kepada mu. Aku lelah, dan merasa itu semua tidak mungkin terjadi, karena itulah aku berhenti menyebut namanya dalam setiap bait doa ku.
"Dia tidak baik untukku"
Tegasku dalam hati, sambil mencoba untuk menutup rapat-rapat kembali hatiku yang telah aku buka untukmu. Ya aku, berhenti! Jantungku yang berdegup kencang saat bertegur sapa denganmu dahulu, kini tak lagi aku rasakan setelah hal itu. Rasa suka pada dirimu dan rasa ingin untuk bersama mu sudah aku kubur dalam-dalam agar tidak kembali muncul lagi.
Singkat saja, tiba hari dimana rasa itu hadir kembali, perasaan yang sudah aku kubur dalam-dalam ternyata muncul lagi, dan hatiku yang telah aku tutup rapat-rapat kini perlahan kembali terbuka kembali. Entah kenapa bisa seperti ini. Ya, aku kembali merasakan hal yang sama seperti dulu kepadamu.
Aku masih tidak mengerti, apakah Allah ingin membuatku percaya bahwa sesuatu itu mungkin saja terjadi, atau memang ini adalah perasaan biasa yang akan hilang juga seperti sebelumnya. Aku kembali menyebut nama mu dalam doa ku, kembali berharap ketidakpastian menjadi sebuah kepastian, berharap kebahagiaan datang untuk kita berdua dan ketidaknyataan menjadi sebuah kenyataan. Berusaha meyakinkan dalam hati bahwa sesuatu yang indah benar-benar akan terjadi.
Perasaan ku dahulu menginginkan untuk segera memilikimu, namun sekarang berbeda. Kau sudah bersamaku, sudah aku peluk erat melalui doa-doa disepertiga malam ku. Aku mencintaimu, namun memang tak seharusnya aku beri tahu perasaanku ini kepada semua orang, menunjukan bagaimana perasaanku padamu dan membuat orang lain agar mendekatkanku pada mu. Aku cukup mencintaimu dalam diam, dengan perantara doa saja. Itu cukup, dan itu Luar biasa melebihi apapun.
Untuk sebuah nama dalam hatiku, dalam doaku kamu dan aku tidak ada jarak dan penghalang sedikitpun, aku akan terus berdoa hingga benar-benar tiba saatnya Allah mengizinkan dan menghilangkan penghalang diantara kita, sebesar apapun penghalang itu aku yakin ada cara yang lebih besar agar aku dan kamu bisa menjadi "Kita", suatu saat nanti aku percaya itu! :) Aku tetap berdoa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar