"Ketika orang sedang duduk santai saya mulai berlari kecil, .
Ketika orang mulai berdiri untuk berlari saya mencoba untuk berlari lebih kencang,.
Ketika orang mulai berlari maka saya sudah sampai di garis finish."
Dulu saya juga pernah berfikir seperti itu, seperti si Anon yang mengirim pesan di akun secreto saya itu, saya tau persis bagaimana rasanya ketika minta jawaban namun tidak diberi. Itu terjadi saat saya SMA. Ketika ulangan, saya pun pernah hanya menunggu jawaban dari orang lain, dan jika tidak diberi saya pun pernah marah dan jengkel.
Namun lama kelamaan saya berfikir, otak dia dan otak saya sama warnanya, dia makan nasi saya juga makan nasi, pendidikan kita pun sama, lalu kenapa saya hanya mengandalkan dia? Dari situlah saya mencoba memperbaiki kesalahan saya, menghilangkan kebiasaan buruk dengan mengandalkan orang lain dan tidak percaya pada diri sendiri, dan saya tidak mungkin menyia-nyiakan jerih payah orang tua saya yang sudah bersusah payah mencari nafkah agar saya mempunyai pendidikan lebih tinggi dari mereka.
Saya belajar, membaca, saya hilangkan sifat malas, susah memang, namun saya harus berjuang agar lembar jawaban untuk ulangan besok ter isi dengan hasil usaha saya sendiri. Awalnya memang susah, dan itu tidak instan, dan tidak sekali baca langsung bisa. Dari kejadian itu saya mulai mengandalkan diri saya sendiri, percaya pada diri sendiri "Jika dia bisa kenapa saya tidak bisa."
Dannnn Alhamdulillah, it's change me. Saya yang semula dapat dikatakan MALAS, lambat laun mulai berubah. Dan dalam nilai pun juga berubah. Akhirnya saya tau bagaimana kerasnya perjuangan dia (orang yang tidak memberi isian pada saya dulu), bagaimana detail proses dia belajar, supaya lembar jawaban itu ter-isi. I know that and it's so difficult, karena saya telah melakukannya sendiri.
Dan akhirnya saya tau kenapa dia seperti itu, dia yang saya anggap tidak mau berbagi dan PELIT itu, ternyata saya salah.
Ketika dulu, saya bermalas-malasan untuk belajar dan masih asik dengan handphone ternyata dia sudah mulai untuk belajar, ketika saya mulai terlelap dalam mimpi saat larut malam, ternyata dia juga masih belajar. Bahkan ketika pagi, saat saya masih berpelukan dengan selimut dan membuat pulau di bantal dia sudah bangun untuk belajar lagi.
Saya pun melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan, membaca, memahami, belajar ketika orang sudah asik terlelap, bangun ketika orang masih terlelap, dannn itu rasanya "LUAR BIASA SUSAH" Dan saya juga merasa sangat bersalah karena sudah mengatainya "PELIT" karena dia tidak memberi jawaban pada saya waktu itu, karena saya benar-benar tidak tau apa yang dia lakukan, dan bagaimana proses belajarnya.:(
Oh iya guys, everyone can change. Cobalah untuk tidak mengandalkan orang lain ketika kamu juga bisa melakukannya sendiri. Cobalah untuk percaya pada diri sendiri bahwa kita juga bisa, karena sebuah hasil tidak akan menghianati bagaimana prosesnya. Tidak ada yang instan di dunia ini, bahkan ketika kalian mencoba untuk memasak mie instan saja itu membutuhkan proses.
Daannn, ulangan, ujian, UTS, UAS, Kuis itu seharusnya jangan jadi momok, dan itu bukan tempat berjuang antara hidup dan mati. Namun jadikan lah itu untuk mengukur kemampuanmu, mengukur apakah pengetahuan yang diberikan guru/dosen itu kalian pahami atau tidak, mengukur seberapa besar potensi yang ada dalam diri kalian, tempat untuk membuat kalian harus percaya dan yakin pada diri kalian sendiri, tempat dimana kalian harus mencoba belajar mengandalkan diri kalian sendiri.
Jika orang lain bisa, kenapa kita tidak bisa? Iya kan? :)
Ohh iya hampir lupa, menurut aku pribadi, berbagi ilmu dengan berbagi isian waktu ulangan itu berbeda yaa. Untuk masalah ilmu tentu saya tidak segan untuk berbagi, karena itulah saya membuat blog ini :) sebagai media saya untuk berbagi pengetahuan dan berbagi pengalaman pribadi saya.
Ehhh BTW, terimakasih buat anonymous yang udah ngirim uneg²nya itu ke akun secreto saya. Siapapun orangnya saya ucapkan terimakasih karena dari situ saya bisa nulis lagi di blog saya ini.. Wkwk. Dan juga terimakasih karena pesan yang dominan menjurus ke kritik itu saya bisa mengoreksi diri saya, tentang bagaimana pandangan kalian terhadap saya.
Sesuai dengan kata-kata :
.
"Jika kamu belum matang untuk di kritik, itu tandanya kamu belum siap untuk dipuji"
.
.
Saya dan si pemberi pesan di akun secreto saya, masing-masing punya sudut pandang yang berbeda dari permasalahan ini yang sama-sama kami anggap benar (quote from : Risa Saraswati) saya tidak bermaksud menggurui, saya hanya berbagi penjelasan tentang sudut pandang saya dalam menanggapi hal ini.😉😇
Sudah dulu yaa, terimakasih sudah berkunjung, semoga dapat memberikan pencerahan dan motivasi kepada kita semua, selamat bertemu kembali di postingan saya berikutnya, see you💕.
.
.
-AAD.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar